Belitung Kehilangan PAD Sebesar Rp 10 Miliar Tiap Tahun dari Pajak Sarang Burung Walet

iskandar febro tentang pajak sarang burung walet
Kepala BPPRD Kabupaten Belitung Iskandar Febro. (OneKlikNews.com/Aldhie)

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM Kabupaten Belitung kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 10 miliar pertahun dari pajak sarang burung walet. Saat ini PAD dari sarang burung walet masih di bawah Rp 200 juta pertahun.

Dalam penelusuran Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Belitung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada 2019 lalu, para pemilik usaha walet terindikasi sengaja menghindari pajak.

Perkiraan potensi pajak tersebut setelah KPK meminta data ke Karantina terkait pengiriman sarang burung walet ke luar daerah. Sedangkan pajak tersebut merupakan 10 persen dari volume kali harga pasar.

Sedangkan realisasi PAD dari pajak sarang burung walet pertahun Rp 87.870.000 pada 2019, Rp 96.345.000 pada 2022, Rp 209.625.000 pada 2021 dan Rp 146.835.000 pada 2022.

Kepala BPPRD Kabupaten Belitung Iskandar Febro mengatakan, para pengusaha sarang burung walet sengaja menyamarkan kepemilikan. Yakni dengan cara membedakan antara nama pemilik usaha dan pengirim barang.

“Yang terjadi di lapangan antara yang mengirim dan yang terdata di kami beda orang. itu sengaja di atur seperti itu. Biar nggak ketahuan siapa pemiliknya,” sebut Iskandar Febro kepada OneKlikNews.com, Selasa (24/1/2023).

Selain itu para pengirim sarang burung walet tidak melaporkan volume pengiriman tidak sesuai dengan kenyataan. Sehingga para pengirim membayar pajak relatif lebih rendah dari yang seharusnya.

Bahkan upaya penghindaran pajak ini tidak hanya melibatkan para pemilik usaha sarang burung walet saja. Namun juga melibatkan oknum tertentu yang terindikasi enggan bekerjasama dengan BPPRD untuk pengoptimalan pajak ini.

Baca juga:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.