Tercatat 1.880 Kasus Kejahatan dan Pelanggaran Kehutanan Berhasil Ditangani Selama 2022

klhk terapkan tppu
Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani. (OneKlikNews.com/Ferdi Aditiawan)

JAKARTA, ONEKLIKNEWS.COM – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) mencatat ada 1880 kasus kejahatan dan pelanggaran kehutanan berhasil Kepolisian Kehutanan (Polhut) tangani sepanjang Tahun 2022.

Bahkan dari 1880 kasus tersebut, 1300 kasus pidana kejahatan dan pelanggaran kehutanan sudah Polhut bawa ke Pengadilan untuk menjalani proses persidangan.

Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, kasus kejahatan dan pelanggaran kehutanan ini masih terjadi di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Selain itu ada juga kasus di Jawa namun jumlahnya relatif kecil.

Oleh sebab itu, Polhut akan selalu intensif melakukan operasi tindakan di berbagai daerah. Karena hingga saat ini ancaman-ancaman kejahatan lingkungan dan kehutanan masih ada

“Kami tidak akan berhenti menindak para pelaku kejahatan dan pelanggaran kehutanan ini. Kami juga selalu bersinergi dengan kepolisian serta pihak lainnya untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan,” kata Rasio Ridho Sani melansir dari halaman resmi facebook Gakkum KLHK, Rabu (14/12/2022).

Libatkan Oknum Aparat

Ia membeberkan, para pelaku kejahatan dan pelanggaran kehutanan memiliki berbagai variasi mulai dari yang luar biasa dan terorganisir. Serta ada yang berbentuk korporasi yang melibatkan oknum aparat sebagai backing kejahatan.

Sedangkan jenis kejahatannya juga beragam mulai dari illegal logging turunan, illegal mining dalam maupun luar kawasan hutan. Kejahatan perambahan di perkebunan, tambak, serta perburuan satwa dilindungi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.