Bikin Perkebunan Sawit di Hutan Produksi, AR Terancam Hukuman 10 Tahun dan Denda Rp 7,5 Miliar

gakkum amankan perambah hutan produksi
Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera resmi menetapkan AR (43) sebagai tersangka kasus perambahan kawasan Hutan Produksi Sungai Sembulan. (IST)

PANGKALPINANG, ONEKLIKNEWS.COM – Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera resmi menetapkan AR (43) sebagai tersangka kasus perambahan kawasan Hutan Produksi Sungai Sembulan, Provinsi Bangka Belitung, Senin (7/11/2022).

Saat ini tersangka sudah berada dalam sel tahanan Polda Babel. Petugas juga telah menyegel barang bukti berupa kebun sawit dan pondok serta peralatan perkebunan telah petugas amankan.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Subhan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal saat kegiatan patroli pengamanan hutan gabungan.

Tim tersebut terdiri dari Balai Gakkum LHK Sumatera, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Babel, Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Sungai Sembulan, UPTD KPHP Sigambir Kotawaringin.

Selain itu juga Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Penagan, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Penagan dan PT Agro Pratama Sejahtera.

Hasilnya, tim menemukan kegiatan perkebunan kelapa sawit yang berumur kurang dari 1 tahun. Selain itu juga bangunan-bangunan berupa pondok kerja di beberapa titik. Padahal lokasi tersebut masuk dalam kawasan Hutan Produksi Sungai Sembulan.

Kebun sawit tersebut berada di titik koordinat X-2°18’52”;Y105°53’0”. Setidaknya ada sekitar 31 hektar luas perkebunan sawit di dalam kawasan hutan tersebut.

“Ternyata kegiatan perkebunan kelapa sawit ini dikerjakan oleh AR. Ia merupakan warga Desa Puput, Kecamatan Simpang Katis,” kata Subhan melansir dari halaman Facebook resmi Ditjen Gakkum KLHK, Senin (7/11/2022).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.