7 Orang Asal Lampung Ini Diamankan Polisi, Gelapkan Pakan Ternak Sekitar 1 Ton, Peternakan di Dusun Aik Rembikang

Satreskrim Polres Belitung meringkus 7 orang asal Lampung pelaku tindak pidana penggelapan pakan ternak ayam di peternakan Nibong Palai Farm milik Ahyen, Jumat (23/9/2022) lalu.

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – Satreskrim Polres Belitung meringkus 7 orang asal Lampung pelaku tindak pidana penggelapan pakan ternak ayam di peternakan Nibong Palai Farm milik Ahyen, Jumat (23/9/2022) lalu.

Tujuh pelaku yakni RS (27), NM alias Rizal (25), KS alias Heru (26), K alias Awan (29), S (23), SP alias Mat (28), dan Sh (22) ke 7 orang tersebut merupakan warga Asal Provinsi Lampung.

Ketujuh pelaku tersebut tak lain merupakan karyawan peternakan yang berada di Jalan Raya Sijuk, Dusun Aik Rembikang, Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk.

Ketujuh pelaku lakukan penggelapan pakan ternak ayam ini terhitung sejak bulai Mei sampai September tahun 2022. Total ada kurang lebih 1 ton pakan ternak yang para lakukan gelapkan secara bersama-sama.

Akibat penggelapan ini, pemilik peternakan mengalami kerugian Rp. 150 juta dan menyuruh pengawas peternakan bernama Octaviano Nugraha alias Vino membuat laporan ke Polres Belitung.

“Penangkapan terhadap para pelaku menindaklanjuti laporan pengawas atas perintah pemilik peternakan,” kata Kasubsi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem didampingi KBO Reskrim Ipda Slamet Djunaidi kepada awak media, Selasa (4/10/2022).

Kronologi

Ia menjelaskan, terbongkarnya kasus penggelapan pakan ternak ayam ini bermula saat pelapor mengecek kondisi kandang ayam yang bertelur di peternakan, pada Jumat (23/9/2022) sore lalu.

Kemudian, pelapor menemukan satu buah kantong plastik berisikan 20 butir telur ayam. Kantong plastik tersebut berada di bawah tumpukan karung yang berada di kandang ayam.

Melihat posisi telur tidak pada tempat biasanya, serta kondisi telur menurun. Timbul kecurigaan pelapor terhadap karyawan yang mengurus kandang ayam.

Lalu, pelapor mengumpulkan seluruh karyawan yang mengurus kandang ayam untuk menanyakan perihal temuan 20 butir telur ayam yang berada di kantong plastik.

Hasilnya, ketujuh pelaku mengaku bahwa pakan ternak selama ini tidak mereka berikan semuanya kepada ayam. Namun pakan ternak justru para pelaku jual untuk memenuhi kepentingan pribadi.

“Hasil interogasi, otak penggelapan ini yakni pelaku RS. Untuk barang bukti sebetulnya ada kurang lebih satu ton sepanjang bulan Mei sampai September. Tapi yang berhasil kami amankan ada 20 karung,” kata Ipda Belly Pinem.

Akibat perbuatanya, polisi menjerat ketujuh pelaku Pasal 374 KUHP Joncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP atau Pasal 372 KUHP Joncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP Tentang Penggelapan.

“Saat ini ketujuh pelaku sudah resmi menjadi tersangka dan dalam proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Ipda Belly Pinem. (dit)


Kuy, kepoin berita update lainnya dari media Onekliknews.com dengan join ke Grup Telegram “Onekliknews.com Update”. Klik link ini jika ingin bergabung https://t.me/onekliknews, Eeits tapi sebelumnya pastikan ponsel kamu sudah ada Aplikasi Telegram yaa.

Jangan lupa juga untuk Like Fanfage Facebook, Follow Instagram dan Subscribe channel Youtube One Klik News. Klik tulisan Biru Yaa gaes. . .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.