Meja Goyang Makin Marak, Jadi Pintu Masuk Pasir Timah Ilegal ke Smelter

meja goyang
Salah satu meja goyang yang berada di kawasan Desa Air Merbau, Tanjungpandan. (tim)

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – Perkembangan tempat usaha jasa pengolahan bijih timah berupa meja goyang makin menjamur di Tanjungpandan dalam beberapa tahun terakhir. Meja goyang ini untuk membersihkan pasir timah dari campuran lain.

Terlebih saat pandemi Covid-19 juga menyerang Pulau Belitung, jumlah meja goyang meningkat pesat. Mandeknya sektor pariwisata di Kabupaten Belitung menjadi alasan banyak masyarakat yang mengalihkan sektor usahanya ke pertambangan.

Pada 2021 lalu, jumlah meja goyang di Tanjungpandan hanya mencapai sekitar 40 unit. Namun jumlah ini meningkat pesat pada tahun ini.

Harga timah yang sempat melambung tinggi menjadi salah satu faktor pendukung semakin banyaknya meja goyang.

Tidak ada data pasti jumlah meja goyang di Tanjungpandan maupun Belitung secara umum. Pasalnya banyak pemilik usaha ini tidak mengantongi perizinan dari pemerintah terkait usahanya ini.

Tak hanya itu, meja goyang ini juga menjadi titik awal timah ilegal masuk dalam perdagangan hingga ke smelter untuk menjalani pengolahan lebih lanjut.

Pasalnya timah di meja goyang ini berasal dari masyarakat yang rata-rata tak mengantongi izin. Lalu dari meja goyang ini, timah akan masuk ke kolektor yang nantinya bakal masuk ke smelter.

Bahkan tak sedikit dari masyarakat penambang yang melakukan aktivitas di kawasan hutan, baik Hutan Lindung, Hutan Produksi maupun Hutan Konservasi. Namun meja goyang menerima timah tersebut tanpa tahu asal-usulnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar