Pemakai Sekaligus Pengedar Tembakau Sintetis dan Tramadol, Warga Pangkallalang Ini Diringkus Polisi

Tim Cobra Satres Narkoba Polres Belitung meringkus NC alias Dedek (20) saat berada di kediaman Jalan Hayati Mahim, Gang Rukun, Kelurahan Pangkalalang, Tanjungpandan, Senin (12/9/2022) lalu. Polisi meringkus pelaku karena memakai sekaligus mengedarkan tembakau sintetis, tramadol, dan Trihexyphenidyl.

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – Tim Cobra Satres Narkoba Polres Belitung meringkus NC alias Dedek (20) saat berada di kediaman Jalan Hayati Mahim, Gang Rukun, Kelurahan Pangkalalang, Tanjungpandan, Senin (12/9/2022) lalu. Polisi meringkus pelaku karena memakai sekaligus menjadi pedarkan tembakau sintetis, tramadol, dan Trihexyphenidyl.

Dari hasil penangkapan terhadap pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bungkus besar tembakau sintetis, tiga klip plastik bening berisikan tembakau sintetis siap edar. Selain itu, ada juga sejumlah strip obat tramadol dan obat Trihexyphenidyl.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku mendapatkan tembakau dan obat-obatan yang mengandung narkotika tersebut dengan cara membeli secara online melalui aplikasi Instagram.

Pelaku membeli satu gram tembakau sintetis dengan harga Rp.100 ribu per gram, kemudian pelaku jual lagi dengan harga Rp.150 ribu per gram.

Pemakai Sekaligus Penjual Tembakau Sintetis

Sedangkan Tramadol pelaku membeli dengan harga Rp.32 ribu per strip, lalu pelaku jual kembali dengan harga Rp.80-90 ribu per strip.

“Jadi pelaku membeli melalui online lewat aplikasi Instagram. Pelaku jual kembali untuk mendapatkan keuntungan, pelaku ini memakai sekaligus menjual,” kata Ipda Belly Pinem kepada OneKlikNews.com, Selasa (27/9/2022).

Ia menjelaskan, kronologis penangkapan bermula saat polisi mendapat informasi melalui Instagram milik Satres Narkoba Polres terkait penjualan narkotika melalui instagram.

Dalam akun Instagram tersebut, terlihat story tentang hasil transaksi jual beli narkotika. Kemudian polisi melaksanakan penyelidikan dan Under Cover serta melakukan transaksi pembayaran dengan cara mentransfer sejumlah ke rekening Krisna Ningsih uang untuk memesan Narkotika.

Lalu, pelaku menyuruh polisi selaku pemesan untuk mengambil barang yang telah pelaku lempar di belakang gor. Selanjutnya, polisi melakukan maping (pemetaan) dan profiling, serta melacak rekening atas Krisna Ningsih.

Setelah data dan informasi lengkap, polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan dengan disaksikan warga dan kedua orang tua pelaku.

“Saat proses penangkapan, pelaku mengaku bahwa narkotika ini miliknya. Memang kami rilisnya sedikit lama, karena tembakau sintetis ini harus kami uji lab terlebih dahulu, hasilnya mengandung zat narkotika,” ujar Ipda Belly Pinem.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat pelaku Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun dan Pasal 197 dan atau Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

“Saat ini pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Ipda Belly Pinem. (dit)


Reporter : Ferdi Adiiawan
Editor : Faizal

Kuy, kepoin berita update lainnya dari media Onekliknews.com dengan join ke Grup Telegram “Onekliknews.com Update”. Klik link ini jika ingin bergabung https://t.me/onekliknews, Eeits tapi sebelumnya pastikan ponsel kamu sudah ada Aplikasi Telegram yaa.

Jangan lupa juga untuk Like Fanfage Facebook, Follow Instagram dan Subscribe channel Youtube One Klik News. Klik tulisan Biru Yaa gaes. . .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.