oleh

Hampir Dikeroyok Nelayan dari Daerah Lain, Nelayan Pulau Naduk Ini Minta Pendampingan Bupati Belitung Lapor Polisi

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – Seorang nelayan penjaga keramba ikan kerapu di Pulau Naduk, Desa Petaling, Selat Nasik bernama Lindawati alias Alin (52) meminta pendampingan Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) usai hampir menjadi korban pengeroyokan.

Sanem mendampingi Alin ke Satpolairud Polres Belitung untuk melaporkan peristiwa intimidasi tersebut. Pasalnya Alin bukan kali ini saja mendapat intimidasi dari pihak lain saat menjaga kelestarian karang di lokasi tersebut.

judul gambar

Sebelumnya Alin mendapat intimidasi dari para nelayan lain asal Pulau Buton, Sulawesi, Minggu (18/9/2022). Alin sering menerima perlakuan yang mengintimidasinya dari para pelaku sebelumnya.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, berdasarkan cerita Alin hal ini berawal dari nelayan pendatang asal Pulau Buton itu yang memasang alat tangkap ikan (bubu) di pinggiran pulau yang ada karang.

Selain memasang bubu, para nelayan buton ini juga mengangkat dan memindahkan karang. Sehingga karang yang berada di lokasi mengalami kerusakan.

Selain itu, akibat ulah para nelayan tersebut bisa mengganggu hasil tangkap dan perekonomian masyarakat sekitar Pulau Naduk, Desa Petaling.

“Kajadian pengeroyokan yang hampir Alin alami ini sudah sering terjadi. Lokasi yang mereka (nelayan Buton, red) pasang bubu ini juga masuk dalam kawasan budidaya ikan, masuk dalam wilayah Desa Petaling yang memiliki luas 60 hektar,” kata Sanem kepada OneKlikNews.com.

Alin mengatakan, ia juga bertanggung jawab menjaga kelestarian karang di lokasi sekitar. Sebab, masyarakat Desa Petaling 80 persen mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Enam Bulan

Namun, para nelayan asal Pulau Buton justru memasang bubu dalam kawasan karang sehingga mengalami kerusakan. Karena Alin sering memperingatkan para nelayan tersebut, maka ia mendapat intimidasi tersebut.

“Saya kan sudah lama tinggal di Pulau Naduk, sebenarnya mereka sudah sering saya peringatkan. Jangan memasang bubu di kawasan yang ada karang. Tapi para nelayan Buton ini marah dan hendak memukul saya pakai kayu kemudi, tapi saya menghindar,” kata Alin.

Menurut Alin, nelayan asal Pulau Buton sangat banyak memasang alat tangkap ikan (bubu) di sekitar lokasi yang ia jaga. Sedangkan para nelayan buton datang ke lokasi sekitar satu bulan atau enam bulan sekali.

“Jadi mereka tidak menetap, sudah memasang bubu langsung kembali ke Buton. Satu bulan atau enam bulan, mereka kembali lagi,” sebut Alin. (dit)


Kuy, kepoin berita update lainnya dari media Onekliknews.com dengan join ke Grup Telegram “Onekliknews.com Update”. Klik link ini jika ingin bergabung https://t.me/onekliknews, Eeits tapi sebelumnya pastikan ponsel kamu sudah ada Aplikasi Telegram yaa.

Jangan lupa juga untuk Like Fanfage Facebook, Follow Instagram dan Subscribe channel Youtube One Klik News. Klik tulisan Biru Yaa gaes. . .

judul gambar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.