oleh

Kasus Pengeroyokan Libatkan Oknum Pengacara Berakhir Damai, Bermula dari Kesalahpahaman di De Lapark

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – Kasus pengeroyokan yang terjadi di parkiran De Lapark Pandan House, Jalan Sijuk, Desa Air Merbau, Tanjungpandan berakhir damai.

Kasus pengeroyokan ini menyeret seorang oknum pengacara berinisial DCTP bersama dua rekannya yakni HAA dan DDH sebagai pelaku.

judul gambar

Kasus pengeroyokan ini berakhir damai usai Satreskrim Polres Belitung menerapkan keadilan restorative justice (RJ) pada Selasa (2/8/2022).

APS selaku pelapor telah memaafkan ketiga pelaku dan saling bersalaman di ruang keadilan restorative justice Polres Belitung. Pelapor juga telah mencabut laporan polisi tanggal 18 Mei 2022 lalu.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem, mengatakan penerapan restorative justice ini setelah pihaknya memiliki beberapa pertimbangan, pertama berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021.

Selain itu, ada perdamaian antara pelapor dan para terlapor serta sepakat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan dan tidak sampai ke proses pengadilan.

“Surat perjanjiannya telah terlampir di desa, para terlapor juga sudah mengganti rugi baik formil maupun materiil kepada korban sesuai kesepakatan kedua belah pihak,” kata Ipda Belly Pinem didampingi Kanit Pidum Reskrim Ipda Yandha Aditya Prayoga kepada awak media, Selasa (2/8/2022).

Kronologi

Sebelumnya, APS melaporkan ketiga pelaku atas dugaan tindak pidana pengeroyokan di parkiran De Lapark Pandan House, Jalan Sijuk, Desa Air Merbau, Tanjungpandan pada 18 Mei 2022 lalu.

Pemicu ketiga pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban karena salah paham. Para pelaku menduga korban menampar teman pelaku yang juga teman korban bernama Welseng.

Saat itu, korban bukan menampar, tapi menggoyangkan bahu untuk membangunkan Welseng karena sudah mabok dan tidak sadarkan diri.

Pelapor menopang Welseng ke luar, tapi saat pelapor menopang Welseng terjatuh di tangga terakhir. Sebab saat kejadian, antar korban dan para pelaku menikmati musik DJ dan menenggak minuman beralkohol di hall De Lapark, Pandan House.

“Jadi intinya kesalahpahaman dan kasus ini berakhir damai. Pelapor dan terlapor ini satu meja saat menikmati musik DJ dan menenggak minuman beralkohol dalam hall,” ujar Ipda Belly Pinem. (dit)


Kuy, kepoin berita update lainnya dari media Onekliknews.com dengan join ke Grup Telegram “Onekliknews.com Update”. Klik link ini jika ingin bergabung https://t.me/onekliknews, Eeits tapi sebelumnya pastikan ponsel kamu sudah ada Aplikasi Telegram yaa.

Jangan lupa juga untuk Like Fanfage Facebook, Follow Instagram dan Subscribe channel Youtube One Klik News. Klik tulisan Biru Yaa gaes. . .

judul gambar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 komentar