oleh

Wanita Tomboy Ini Dapat Upah Rp 50 ribu Setiap Antar Pesanan, Nilai Sabu Capai Rp 600 Juta

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – PAS alias Alt (40), wanita tomboy pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu yang tertangkap tim gabungan pada Rabu (29/6/2022) malam lalu ternyata menyimpan cerita miris.

Pasalnya, wanita tomboy warga Jalan Kapten Saridin, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan tersebut hanya menerima upah sebesar Rp 50 ribu setiap kali mengantar 1 jie sabu-sabu ke pemesan sesuai arahan bandar.

Sedangkan berat total 438,73 sabu-sabu yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersebut bernilai sekitar Rp 600 juta.

Kasatres Narkoba Polres Belitung AKP Maulup Irsan mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku proses penjualan sabu memiliki harga bervariasi sesuai pesanan yang telah pemilik barang tetapkan kepada pelaku.

“Jadi pelaku ini ada bosnya, sedangkan sabu ini berasal dari Pulau Bangka yang dikirim melalui kapal Express Bahari secara bertahap. Lalu pelaku mengambilnya di Pelabuhan Tanjungpandan,” kata AKP Maulup Irsan saat pers rilis, Jumat (1/7/2022).

Ia juga membeberkan, saat proses penangkapan, tim gabungan menemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu berada di dua tempat. Pertama di atas lemari kamar pelaku dan kedua dalam kotak yang terkubur dalam tanah samping kontrakan pelaku.

“Khusus yang di kotak dalam tanah memang sengaja pelaku kubur karena untuk stok, ” beber mantan Kapolsek Sijuk ini.

Jalur Laut Rawan

Ia juga mengakui, penangkapan pelaku beserta barang bukti sabu hampir setengah kilogram ini merupakan tangkapan terbesar dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu di Pulau Belitung selama ini.

Oleh sebab itu, Polres Belitung khususnya Satres Narkoba bersama instansi terkait akan lebih sinergitas lagi dalam mengawasi jalur masuk. Khususnya laut yang rawan akan pengiriman barang terlarang.

“Tentu dalam hal ini tidak cukup hanya pihak kepolisian saja. Perlu sinergi dengan instansi samping seperti BNN dan Bea Cukai,” ujar AKP Maulup Irsan.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat pelaku Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Pelaku terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.

“Saat ini pelaku sedang dalam penyidikan lebih lanjut di Mapolres Belitung. Polisi juga telah resmi menetapkan pelaku sebagai tersangka,” pungkas Ipda Belly Pinem. (dit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 komentar