oleh

Terkait Penemuan Jenazah Security PT SAP di Pantai, Begini Keterangan dari Polisi

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM –  Polisi memberikan keterangan terkait penemuan jenazah security PT SAP. Polisi memprediksi kemungkinan Endang Djunaedi (62) meninggal akibat terjatuh dari tugboat dan terbawa arus laut.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem mengatakan, kondisi saat kejadian cuaca sedang buruk dan juga ombak besar. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, pihaknya mendapat informasi bahwa almarhum Endang terakhir terlihat oleh Kapten dan ABK Tugboat Garuda Mas.

Awak kapal yang bersandar di dermaga PT SAP melihat korban pada Senin (20/6/2022) sekitar pukul 18.20 WIB kemarin.

Bahkan, korban sempat makan di dalam kapal  tugboat sambil mengenakan celana motif loreng, baju cokelat, topi hitam lengkap dengan tas selempang. Selain itu sweater, topi, tas selempang dan senter yang biasa almarhum pakai juga berada dalam tugboat.

“Namun setelah selesai makan, awak kapal tidak melihat dan mengetahui keberadaan almarhum,” kata Ipda Belly Pinem kepada OneKlikNews.com, Selasa (21/6/2022).

Lalu sekira pukul 21.30 WIB, Kapten Tugboat Nusa Mas bernama Atok melihat sosok jenazah mengambang di laut. Namun karena kapal mereka hendak berangkat ke Jakarta, Atok meminta Kapten Tugboat Garuda Mas Maiumun untuk menyorot lampu ke arah laut.

Kemudian rombongan langsung menghubungi polisi. Menerima informasi tersebut, Polsek Membalong, Koramil Membalong serta Inafis Polres Belitung sempat mendatangi lokasi dan mencari keberadaan korban. Namun pencarian tersebut tidak menemukan hasil.

“Pagi tadi anggota mendapatkan informasi bahwa nelayan setempat yang hendak melaut menemukan jenazah almarhum di tepi pantai,” sebut Ipda Belly Pinem.

Sebelumnya Endang Djunaidi (62) yang merupakan identitas dari sesosok mayat laki-laki yang warga temukan di tepi Pantai perairan Desa Mentigi, Kecamatan Membalong, Selasa (21/6/2022) pagi.

Endang Djunaidi, warga Purwakarta, Provinsi Jawa Barat berprofesi sebagai security PT SAP yang bergerak dalam bidang penambangan pasir kuarsa.

Hanya Pakai Celana

Informasi awal yang diterima OneKlikNews.com saat ditemukan kondisi mayat hanya memakai celana panjang (sebelumnya celana pendek). Sedangkan Endang Djunaidi sendiri sudah bekerja selam 3 tahun di PT SAP.

“Saya dapat kabar sekitar jam setengah tujuh pagi tadi, pas saya cek ternyata Endang. Lokasi penemuannya tak jauh dari camp tempat kami kerja,” kata kakak ipar korban, Ujang kepada OneKlikNews.com di rumah sakit, Selasa (21/6/2022).

Ia mengaku, terakhir bertemu adik iparnya itu sore kemarin. Namun malam harinya Ia sempat mendapat kabar bahwa ada mayat di Perairan Pantai Desa Mentigi, tapi posisinya masih di laut.

“Pagi hari ini saya dapat kabar, ternyata adik ipar saya. Ia (Endang, red) memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi,” ucap Ujang. (dit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.