Tahukah Kamu? Realisasi PAD Babel Tertinggi Kedua di Indonesia, Raih Penghargaan dari Mendagri

penghargaan realisasi PAD tertinggi
Penghargaan realisasi PAD tertinggi di Indonesia dari Mendagri. (IST)

PANGKALPINANG, ONEKLIKNEWS.COM – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu provinsi yang menerima penghargaan realisasi APBD tertinggi tahun 2021. Realisasi PAD Babel mencapai 114 persen dari target saat itu.

Sekretaris Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Babel Ahmad Dalu menerima penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi itu di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, merasa bahagia atas capaian ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait terhadap realisasi PAD.

Ia juga berpesan agar penghargaan ini menjadi motivasi lebih kedepannya, sehingga PAD semakin meningkat.

Kepala Badan Bakuda Babel Haris mengatakan, PAD pada 2021 melampaui target sebelumnya dengan realisasi sebesar 114 persen. Babel berada di bawah Bengkulu dalam pencapaian realisasi PAD.

Sedangkan setelah Babel ada Gorontalo, Papua, dan Jawa Barat.

Alhamdulillah pada hari ini, Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen Keuangan Daerah memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi,” ujar Haris di ruang kerjanya.

Potensi Pajak

Haris menyebutkan, pemerintah provinsi kedepannya akan lebih menggali potensi-potensi pajak dan retribusi yang belum terkelola untuk meningkatkan lagi realisasi PAD. Untuk itu ia minta stakeholder terus menggali potensi-potensi tersebut.

“Kami mohon bantuan, mohon dukungan dari seluruh stakeholder terutama perangkat daerah pengampu distribusi daerah, untuk bersama-sama ayo kita gali. Kita kejar target itu,” kata Haris. 

Bahkan Bakuda telah menggandeng Polda Babel dengan membentuk Satgas Optimalisasi Pajak untuk meningkatkan realisasi PAD. Satgas ini menangani PAD dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Air Permukaan (PAP), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Selain itu Satgas Optimalisasi Pajak sudah bekerja selama program pemutihan yang berjalan dua bulan ini sampai akhir Juli. 

“Kita akan mencoba menggali terutama kepada warga masyarakat yang masih menunggak dari sisi pembayaran. Yang akan kita lakukan adalah pertama sosialisasi, kemudian berikutnya adalah kita bersama-sama pihak Polda mendekatkan pelayanan kita kepada masyarakat,” jelas Haris.

Pihak Bakuda juga akan mengoptimalisasikan program yang sudah ada seperti Samsat Keliling, Samsat Setempoh, kemudian pelayanan pajak ke perkebunan, pelayanan kepada masyarakat di tempat keramaian.

Haris juga mengapresiasi semua pihak yang bertugas di Samsat (UPT Bakuda se-Babel), yang telah bekerja keras mengejar pendapatan daerah ini. 

“Karena kunci dari jalannya roda pemerintah provinsi ini adalah dari ketersediaan anggaran. Kalau kita ada anggaran, kita bisa membuat program apapun,” kata Haris. (*/azm) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar