oleh

Hellyana Tinjau SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan, Ini Keluhan Pihak Sekolah

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Hellyana lakukan kungungan kerja ke SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan, Jumat (1/4/2022).

Hellyana mengatakan kunjungan kerja ini merupakan kunjungan perdananya ke bidang pendidikan pasca perubahan AKD pada Maret lalu.

judul gambar

“Di sini (SMK Yaperbel 2) sudah melihat keberadaan sekolah swasta. Intinya selalu ada persoalan terutama persoalan penerimaan siswa baru yang biasanya berlomba-lomba untuk masuk ke sekolah negeri,” jelas Hellyana.

Ia mengatakan, banyak anak orang Belitung yang tidak ingin masuk sekolah kalau tidak ke sekolah negeri. Akibatnya, tidak sedikit anak yang mengalami putus sekolah dan sekolah swasta akan alami kekurangan siswa dan terancam tutup.

“Ini kan jadi problem, yang memang masalah yang harus kita carikan solusi dan jalan keluarnya. Harus kita detiksi sejak dini sehingga kedepan tidak terjadi lagi. Sehingga kedepan tidak ada lagi ketimpangan sekolah swasta yang susah cari murid dan akhirnya menjadi mati,” tegasnya.

Sebut Berdiri Tahun 1800an

Lanjutnya, keberadaan sekolah dari SMK Yaperbel ini sudah ada dari tahun 1800an atau dari sebelum merdeka. Sehingga sekolah ini merupakan sejarahnya luar biasa dan harus mendapat perhatian.

“Dulunya nama sekolah ini Kiansin, dari namanya saja kita sudh tahu ini adalah sekolah sejarah, mungkin tertua. Maka lucu ketika sekolah ini tidak kita perhatikan minimal kita setarakan. Walaupun ini sekolah swasta,” ucapnya.

Kemudian, Srikandi PPP itu juga menegaskan bawasannya keberadaan sekolah swasta yang berada di daerah khususnya Belitung sangat berbeda dengan sekolah swasta di kota-kota besar.

“Karena notabanenya kalau sekolah swasta di sana terdiri dari orang-orang yang memang banyak penyumbangnya, orang tua murid pun memang banyak duit. Dan di daerah kita berbeda, maka di sini pentinya support dan perhatian dari pemerintah untuk bagaimana untuk meningkatkan sekolah ini menjadi lebih baik. Karena nyambung tadi di sini susah nyari murid dan jangan sampai sekolah ini mati,” bebernya.

Sebagai upaya mencari murid baru tahun ini, bahkan sekolah yang berada di Jalan Sijuk Kelurahan Paal Satu itu telah mencetak brousur sebanyak 3.000 lembar.

“Bayangkan sampai segitunya. Belitung ini kota keceil tentunya sebenarnya yang penting adalah yang nampak di mereka, seperti nampak sekolah, bangunan memadai apa tidak, menarik apa tidak sehingga menarik anak-anak untuk ingin sekolah di sini,”jelasnya.

Setarakan Honor Tenaga Pengajar

Selain itu, masih kata Hellyana, setelah kunjungan kerja ini Hellyana juga mendapat keluhan lantaran kurangnya tenaga pengajar di sekolah tersebut. Dari 35 tenaga pengajar, hanya 5 orang yang merupakan ASN, untuk itu pihak sekolah agak dibebankan dengan gaji 30 tenaga pengajar yang non-ASN itu.

“Kenapa saya sampaikan ini karena kalau ASN-kan gajinya jelas nominalnya jelas. Kemudian kalau guru yang bukan ASN ini yakni pegawai tidak tetap swasta ini gajinya tidak sampai 2 juta, bayangkan UMR aja tidak nyampai. Dia guru loh, orang yang mengajarkan anak kita,” ucapnyanya

“Jadi memang ada beberapa item yang menjadi masukan dari pihak SMK ini, untuk paling tidak menyamaratakan paling tidak UMR lah, karena tidak boleh juga kita tidak UMR apa lagi ini guru. Kemudian, ini merupakan tenaga pendidik jadi perhatian kita harus lebih terutama untuk anak bangsa,” tegasnya.

Lanjut Hellyana, beberpa problem di atas tadi yang akan ia perjuangkan di tingkat provinsi.

“Jadi ini akan kita perjuangkan di provinsi. Jadi paling tidak tinggal bagaimana usaha kita dari menindak lanjuti itu. Tapi paling tidak kita berharap untuk menyamakan UMR tadi dulu. Jadi guru tidak boleh lagi di bawah UMR harus sama antara gaji di negeri dan swasta,” tutupnya.

Foto bersama Hellyana

Tanggapan Kepala SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan

Sementara itu, Kepala SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan, Samad S.M mengapresiasi dan berterimakasih atas kedatangan Hellyana ke sekolah mereka.

Terdapat berbagai hal yang pihaknya sampaikan ke wakil rakyat tersebut. Seperti tentang kesejahteraan guru, sehingga ia berharap ada dana hibah dari provinsi untuk memberikan tambahan atau penyetaraan dengan honor tenaga pengajar di sekolah negeri.

“Kemudian juga kita berharap ada bantuan yang sifatnya fisik. Salah satunya penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), Musholah, WC siswa maupun guru juga menjadi mayoritas kami. Yang kami usulkan kepada ibu Hellyana dan harapannya ada bantuan dari APBD Provinsi,” harapnya.

Selanjutnya, terkait penerimaan siswa baru, pihaknya mengharapkan ada pembagian kuota, artinya jangan sampai sekolah negeri menerima siswa baru sebanyak-banyaknya.

“Inikan tidak memberikan sekolah swasta untuk berkembang juga. Jadi pemerintah provinsi tolong ini di kelola dengan baik ini, kuotanya harus jelas, jangan sampai mereka menerima bahkan kadang-kadang menerima di tengah jalan lagi. Akhirnya kami mau apa lagi sebagai swasta, kami tergantung dari keberadaan siswa,” keluhnya.

Dengan adanya banyak keberadaan siswa yang terhadap sekolah swasta mereka maka sekolah tersebut akan terus hidup dan bisa berkembang.

“Maka dari itu kami habis-habisan kami kejar, untuk penerimaan siswa baru ini. Bahkan itu tadi 3000 lembar brousur kita cetak dan kirimkan ke daerah-daerah untuk mengenalkan sekolah kami dengan harapan tahun ini banyak murid baru,” mantan anggota DPRD Kabupaten Belitung tersebut.


Kuy, kepoin berita update lainnya dari media Onekliknews.com dengan join ke Grup Telegram “Onekliknews.com Update”. Klik link ini jika ingin bergabung https://t.me/onekliknews, Eeits tapi sebelumnya pastikan ponsel kamu sudah ada Aplikasi Telegram yaa.

Jangan lupa juga untuk Like Fanfage Facebook, Follow Instagram dan Subscribe channel Youtube One Klik News. Klik tulisan Biru Yaa gaes. . .

Editor: Faizal

judul gambar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.