Terkait Pungutan di Pelabuhan Tanjung Ru, Pihak Kepolisian Turunkan Satgas Pungli

Karcis masuk Pelabuhan Tanjung Ru. (OneKlikNews.com/Faizal)

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COM – Polres Belitung saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait polemik pungutan biaya masuk dan karcis tanpa berporporasi di Pelabuhan Tanjung Ru, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Belitung.

Kabag Ops Polres Belitung Kompol Poltak ST Purba mengatakan, pihaknya sudah menurunkan Satgas Pungli dalam hal ini bidang Satreskrim ke lokasi terkait permasalahan tersebut.

“Intinya masih lidik, sudah ditangani oleh Kasatreskrim. Untuk pihak terkait sampai saat ini belum ada yang dipanggil dan diperiksa. Karena masih dalam proses penyelidikan,” kata Kompol Poltak ST Purba saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (18/6/2021).

Ia menambahkan, polisi belum bisa memastikan permasalahan itu masuk dalam pungutan liar atau tidak. Pasalnya hal ini masih dalam proses penyelidikan. Ia juga menegaskan, jika terbukti masuk dalam kategor pungli, akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Terkait pasal atau undang-undang yang dikenakan, Reskrim lah yang nantinya akan menentukan.Tapi sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan, jadi belum bisa ditentukan,” ujar Kompol Poltak ST Purba.

Sebelumnya diberitakan, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Tanjong Batu Belitong Indonesia (BUMD) mulai memungut karcis masuk bagi pengunjung yang masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Ru, Desa Pegantungan, Badau.

Namun penarikan biaya tersebut setelah kendaraan terparkir dengan memastikan tujuan penumpang kendaraan tersebut. Pengguna kendaraan dikenai Rp 25 ribu untuk pengunjung Pulau Leebong menggunakan roda empat, sedangkan roda dua Rp 10 ribu.

Sedang untuk pengguna kendaraan keperluan memancing atau tujuan lain dikenai biaya Rp 10 ribu. Pengguna kendaraan juga menerima karcis sebagai tanda bukti pembayaran.

Dalam kop karcis tersebut tertera logo dan tulisan Tanjong Batu Port. Selain itu juga tertulis Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan PT Pelabuhan Tanjong Batu Belitong Indonesia (BUMD).

Namun anehnya, tidak ada tanda porporasi oleh Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Belitung dalam karcis tersebut. Selain itu saat OneKlikNews.com ke lokasi, yang menarik biaya tersebut juga bukan pegawai Pelabuhan Tanjung Ru.

Penarikan biaya dilakukan seorang wanita tua yang biasa disapa Nenek Gaul saat OneKlikNews.com mendatangi kawasan parkir Pelabuhan Tanjung Ru, Rabu (16/6/2021). Ia menanyakan tujuan dan keperluan wartawan OneKlikNews.com saat turun dari mobil, lalu memberikan karcis yang di dalamnya juga tertera nama Lee Bong.

Kepala Oprasional Pelabuhan Tanjung Ru Khairun Aswat Sitorus mengatakan, pemungutan karcis masuk pelabuhan ini sudah berjalan sejak 3 hari belakangan.

“Kitakan dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP), kalau dulukan Dishub yang megang pelabuhan sekarang kita yang ambil alih. Ini baru 3 kali kita ambil, selama ini sayang tidak kita ambil, orang sudah parkir ke lahan kita jadi bagus kita ambil untuk menambah kas kita,” kata Khairun Aswat saat dikonfirmasi OneKlikNews.com. (dit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.