oleh

Polisi Hentikan Penyelidikan Perkara Musprov IPSI, Syarli Nopriansyah Sah Ketua Terpilih

PANGKALPINANG, ONEKLIKNEWS.COM – Polres Pangkalpinang menghentikan penanganan perkara dugaan pemalsuan tanda tangan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Babel.

Penghentian penanganan perkara tersebut dinilai sudah sesuai prosedur. Pasalnya pihak kepolisian harus memiliki minimal dua alat bukti untuk meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

judul gambar

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra mengatakan, pihaknya tidak menemukan dua alat bukti untuk meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dalam perkara ini.

“Kita sudah lakukan rangkaian penyelidikan yang panjang sesuai standar prosedur. Beberapa saksi sudah kita panggil dan kita periksa, termasuk keterangan ahli pidana,” sebut AKP Adi Putra.

Untuk memberikan kepastian hokum secara professional, maka hasil gelar perkara menghentikan penyelidikan perkara tersebut. Pihak pelapor bisa menghubungi penyidik kepolisian bila belum jelas dengan hasil gelar perkara tersebut.

“Jadi perkara ini sudah kita hentikan. Bila pelapor belum jelas dalam penangganan perkara ini dapat menghubungi penyidik kami dan pasti akan dilayani dengan baik,” tambah AKP Adi Putra.

Perkara ini bermula saat mantan Ketua IPSI Babel Huzarni Rani melapor ke Polres Pangkalpinang atas dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat dukungan kepada Ketua IPSI Babel terpilih Syarli Nopriansyah.

Dalam Musprov IPSI Babel 12 Desember 2020 lalu, Syarli Nopriansyah yang saat ini menjabat Camat Belinyu, Kabupaten Bangka terpilih menjadi ketua dengan memperoleh 9 suara. (kbc/azm)

judul gambar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.