oleh

Cabang Olahraga E-Sport Diakui Presiden Jokowi, Tapi Belum Didukung Pemda

BELITUNG, ONEKLIKNEWS.COME-Sport saat ini menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang banyak digeluti masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Bahkan sejak kemunculannya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi dan mengakui cabor ini.

Cabor ini juga sudah dipertandingkan di Sea Games 2019 lalu. Sedangkan di Indonesia sendiri, E-Sport juga dikompetisikan dalam event Piala Presiden. E-Sport ini bakal dipertandingkan juga di ajang Asian Games 2022 di Guangzhou, China mendatang.

judul gambar

Sekarang ini komunitas, player ataupun tim E-Sport terus bermunculan, tak terkecuali di Kabupaten Belitung. Beberapa kompetisi atau turnamen sudah banyak digelar di Tanjungpandan.

Walaupun sudah diakui Presiden Jokowi bahkan sudah diakui dunia, namun di Belitung E-Sport ini seolah belum mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Pemda hingga saat ini belum pernah menggelar event E-Sport.

“Jangankan masuk dalam cabor, turnamennya saja kebanyakan cuma swasta yang mengadakan, itupun sebagai promosi produk dari perusahaan sponsor itu,” kata Ketua Komunitas Godlike Gaming Dota2 Belitung (GGDB), Anton.

Padahal turnamen cabor ini di tingkat internasional bisa mencapai ratusan miliar. Dota 2 adalah salah satu game MOBA yang paling terkenal di dunia dan sering diadakan turnamen profesionalnya.

Dota 2 menjadi salah satu cabang olahraga dalam E-Sport. “Jika digeluti cabang olahraga raga baru ini dengan lebih serius, seperti Tournament (The International) Dota 2 tahun kemaren hadiahnya mencapai mencapai Rp.504 miliar,” sebut Anton.

Tak heran banyak orang yang ingin menjadi atlet E-Sports Dota 2 ini. Tak hanya luar negeri, tapi juga di Indonesia. Sehingga muncul banyak tim E-Sports profesional yang bertalenta.

“Kami berharap di Belitung ini ada wadah buat kami sebagai pecinta E-Sport Dota 2 untuk bermain lebih serius,” harap Anton.

Hal yang sama juga dikatakan Nandes, sebagai player yang miliki ranking pertandingan (MMR) yang lumayan tinggi tersebut menyayangkan tidak adanya event yang digelar untuk menampung bakat mereka.

“Semoga ada yang menampung dan mewadahi hobi kami ini,” tukas Nandes. (co2)

judul gambar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.